Saya sedikit terlambat menonton pertandingan ini karena baru bangun ketika pertandingan sudah berjalan 12 menit. Kedudukan masih 0-0 dengan inisiatif serangan dan penguasaan bola berpihak di barcelona. Ini tentu saja wajar karena mereka bermain di stadion Nou Camp, kandang Barcelona dengan semangat menggebu untuk mengejar defisit gol karena di pertandingan leg pertama di Giuseppe Meazza, Barcelona dipaksa menyerah 1-3. Barisan depan Barcelona diisi oleh trisula Pedro, Messi dan Zlatan Ibrahimovic. Inter pun berusaha menekan dengan mengandalkan serangan balik.
Petaka terjadi bagi kubu Inter ketika pada menit ke 28 wasit mengeluarkan kartu merah ( 2 kali kartu kuning ) bagi Thiago Motta karena melakukan pelanggaran terhadap Pedro. Protes keras dilancarkan pemain inter karena menganggap Pedro terlalu berlebihan namun tidak digubris wasit. Namun meski unggul jumlah pemain, Barcelona tetap kesulitan menembus ketatnya lini pertahanan Inter Milan. Salah satu peluang emas Barcelona berhasil digagalkan oleh kiper Inter, Julio Cesar dengan menepis bola tendangan Pedro dari luar kotak penalti. Kedudukan pun masih 0-0 ketika peluit babak pertama berbunyi.
BABAK II
Inter memulai babak kedua dengan melakukan kick off namun inisiatif serangan dan ball possesion masih memihak barcelona. Barcelona mendapatkan corner kick di menit 54 namun tidak berhasil dimanfaatkan menjadi gol. Tampaknya barcelona benar-benar kesulitan menembus ketatnya pertahanan Inter Milan. Sedikit frustasi, Zlatan Ibrahimovic melakukan aksi diving di kotak penalti, namun tidak digubris oleh wasit.
Barcelona melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Bojan dan Jeffren untuk menggantikan Ibrahimovic dan Sergio. Inter pun merespon dengannnya memasukkan Sulley Muntari untuk menggantikan Wesley Sneider. Ball possesion 73%:27% untuk barcelona. Peluang emas kembali diperoleh Bojan saat mendapatkan umpan lambung dari Messi namun sayang bola sundulannya melenceng tipis di samping gawang Inter.
Gol yang ditunggu akhirnya datang juga, adalah Pique yang berhasil memanfaatkan umpan terobosan dari Xavi, untuk kemudian mengecoh Cesar dan memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong. Jose Maurinho memasukkan Madriga menggantikan Etoo untuk memperkuat lini tengah. Sisa waktu 3 menit benar-benar mendebarkan bagi kedua tim. Gol tercipta buat Barcelona namun dianulir wasit karena lebih dulu terjadi handsball. Corner terjadi di menit 94 namun tidak membuahkan gol. Dan peluit pun berbunyi dengan kedudukan Barcelona 1 - 0 Inter ( Inter lolos ke final dengan agregat 3-2 ). Selamat buat Inter, selamat buat Jose Maurinho, the Special One membuktikan kepiawaiannya dalam meramu tim. Sampai jumpa di Final
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 April 2010
Rabu, 28 April 2010
Lyon vs Bayern Muenchen
Menang 1-0 di leg pertama Liga Champion Eropa, Bayern Muenchen mencoba menggebrak di awal-awal babak pertama leg kedua di kandang Lyon. Meskipun tanpa diperkuat salah satu bintangnya, Frank Ribery,yg absen karena terkena akumulasi kartu, Muenchen tetap tampil percaya diri walaupun tampil di kandang Lyon (tempat yg sama saat Lyon menang atas Real Madrid 1-0). Dimotori oleh Arjen Robben dan Ivica Olic, Muenchen sempat mendapatkan peluang emas di menit-menit awal ketika stikernya, G.Muller menerima umpan matang dari Olic. Namun sayang, bola tendangan first time nya masih melenceng tipis di samping gawang Lyon.
Lyon pun bukannya tanpa peluang, dimotori oleh Delgado dan didukung suporter fanatiknya, mereka mencoba menyerang dari berbagai sisi lapangan. Namun disiplin dan ketatnya penjagaan dari bek-bek Muenchen membuat Lyon kesulitan menembus kotak penalti. Hal ini dimanfaatkan Muenchen untuk memecah kebuntuan di babak pertama melalui gol hasil tendangan jarak dekat Ivica Olic di menit 26.
Dengan ketertinggalan ini, Lyon harus bekerja keras untuk mencetak 3 gol agar lolos ke final. Namun sampai peluit babak pertama, kedudukan masih sama 1-0 untuk Muenhen.
Babak II
Lyon melakukan pergantian pemain dengan memasukkan strikernya, Gomis, demi mengejar defisit gol. Serangan demi serangan gencar dilakukan oleh Lyon namun belum juga membuahkan hasil. Justru peluang bagus diperoleh Muenchen ketika tendangan keras Bastian Schwinstenegger dari luar kotak penalti masih sedikit melenceng di atas gawang Lyon. Petaka terjadi bagi kubu Lyon di menit 59 ketika salah satu pemainnya, Cris, diganjar kartu merah oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras. Hal ini tentu akan semakin menyulitkan mereka dalam usaha mengejar defisit gol.
Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan Muenhen untuk menambah gol. Umpan cantik Hamid Altintop diselesaikan dengan sempurna oleh Olic, pemain yang telah mencetak 6 gol dari 9 pertandingan Liga Champion Eropa. Bayern unggul 2-0 (agregat 3-0). Muenchen pun telah menginjakkan satu kakinya di final, hanya keajaiban yang bisa menggagalkannya. Setelah unggul 2-0, Muenchen sedikit mengendurkan serangannya dengan memainkan ball possesion. Pada menit ke 75, Muenchen memasukkan Miroslav Klose untuk menggantikan Arjen Robben. Tak berapa lama, Muenchen menambah gol lagi melalui sundulan kepala Ivica Olic, 3-0 (agregat 4-0) untuk muenchen, hari yang sempurna bagi Olic dengan hattricknya.
Peluit tanda selesai pertandingan akhirnya ditiup oleh wasit setelah 2 menit injury time, Bayern Muenchen melaju ke Final Liga Champion Eropa dengan keunggulan agregat 4-0 atas Lyon. Muenchen akan menunggu pemenang antara Barcelona vs Inter yang pertandingannya baru akan dihelat Kamis dinihari. Selamat buat Muenchen, selamat buat Louis Van Gaal, sampai jumpa di Final yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, kandang Madrid.
Lyon pun bukannya tanpa peluang, dimotori oleh Delgado dan didukung suporter fanatiknya, mereka mencoba menyerang dari berbagai sisi lapangan. Namun disiplin dan ketatnya penjagaan dari bek-bek Muenchen membuat Lyon kesulitan menembus kotak penalti. Hal ini dimanfaatkan Muenchen untuk memecah kebuntuan di babak pertama melalui gol hasil tendangan jarak dekat Ivica Olic di menit 26.
Dengan ketertinggalan ini, Lyon harus bekerja keras untuk mencetak 3 gol agar lolos ke final. Namun sampai peluit babak pertama, kedudukan masih sama 1-0 untuk Muenhen.
Babak II
Lyon melakukan pergantian pemain dengan memasukkan strikernya, Gomis, demi mengejar defisit gol. Serangan demi serangan gencar dilakukan oleh Lyon namun belum juga membuahkan hasil. Justru peluang bagus diperoleh Muenchen ketika tendangan keras Bastian Schwinstenegger dari luar kotak penalti masih sedikit melenceng di atas gawang Lyon. Petaka terjadi bagi kubu Lyon di menit 59 ketika salah satu pemainnya, Cris, diganjar kartu merah oleh wasit karena melakukan pelanggaran keras. Hal ini tentu akan semakin menyulitkan mereka dalam usaha mengejar defisit gol.
Keunggulan jumlah pemain benar-benar dimanfaatkan Muenhen untuk menambah gol. Umpan cantik Hamid Altintop diselesaikan dengan sempurna oleh Olic, pemain yang telah mencetak 6 gol dari 9 pertandingan Liga Champion Eropa. Bayern unggul 2-0 (agregat 3-0). Muenchen pun telah menginjakkan satu kakinya di final, hanya keajaiban yang bisa menggagalkannya. Setelah unggul 2-0, Muenchen sedikit mengendurkan serangannya dengan memainkan ball possesion. Pada menit ke 75, Muenchen memasukkan Miroslav Klose untuk menggantikan Arjen Robben. Tak berapa lama, Muenchen menambah gol lagi melalui sundulan kepala Ivica Olic, 3-0 (agregat 4-0) untuk muenchen, hari yang sempurna bagi Olic dengan hattricknya.
Peluit tanda selesai pertandingan akhirnya ditiup oleh wasit setelah 2 menit injury time, Bayern Muenchen melaju ke Final Liga Champion Eropa dengan keunggulan agregat 4-0 atas Lyon. Muenchen akan menunggu pemenang antara Barcelona vs Inter yang pertandingannya baru akan dihelat Kamis dinihari. Selamat buat Muenchen, selamat buat Louis Van Gaal, sampai jumpa di Final yang akan dihelat di Stadion Santiago Bernabeu, kandang Madrid.
Langganan:
Postingan (Atom)












